Kamis, 02 April 2015

Peradaban Gagal


Kang Marjuki

“bila anda ingin menghancurkan sebuah bangsa, anda cukup merobohkan system pendidikannya”, 
kata seorang teman di sebuah waroeng Kopi kemarin.

Munculnya berbagai masalah dan isu-isu global seperti pelanggaran hak asasi manusia, fenomena kekerasan, realitas budaya etnik, dan agama, lingkungan hidup, perdamaian dunia dan penyalahgunaan narkoba serta persaingan yang tidak sehat antar pelajar, membuat para ahli pendidikan berfikir keras mencari system pendidikan yang relevan untuk menjawa tantangan zaman. Di tanah air kondisi pendidikan lebih memprihatinkan lagi, karena beberapa infrastruktur pendidikan belum banyak terpenuhi, termasuk sumber daya manusia para pengelola dan guru. Karena itu dari beberapa masalah yang berkaitan dengan pendidikan ini, yang paling menonjol dan mendesak untuk dibicarakan secara serius dan terbuka, adalah persoalan metode pembelajaran, yang tentunya sangat berkaitan dengan kualitas guru. 

Di era Indonesia baru, pendidikan nasional kita setidaknya menghadapi empat tantangan besar. Pertama, tantangan untuk meningkatkan nilai tambah. Kedua tantangan untuk melakukanpengkajian secara komprehensif dan mendalam terhadap terjadinya transformasi struktur masyarakat. Ketiga, tantangan di era global yang semakin ketat. Keempat, munculnya kolonialisme baru dibidang iptek dan ekonomi menggantikan colonial.

Tentang solusi mengenai problem tantangan pendidikan ini saya sudah menulis artikel berjudul : 4 PILAR PENDIDIKAN MENGHADAPI TANTANGAN ZAMAN.

Banyak orang sudah mengetahui, bahwa ternyata potensi yang dimiliki oleh otak manusia itu sungguh luar biasa. Namun sayangnya potensi itu hanya tinggal potensi. Sebagian besar manusia belum bisa menggunakan dan memanfaatkan kehebatan potensi otak yang dimilikinya. Orang secerdas Einstein saja, konon baru berhasil mengaktualkan potensi otaknya sebesar 20% yang disayangkan, sebagian besar kita tidak mengerti dan tidak mengetahui cara memotivasi otak bahkan tidak tahu.

“your brain is like a sleeping giant”, begitu kata tony Buzan seperti dikutip oleh Dan Vos dalam The Learning Revolutions (1994). Karena itu, otak yang bagaikan raksasa tidur itu harus dibangunkan dan diberi tempat cukup pupuk agar bisa tumbuh secara baik. Pertumbuhan otak pada anak berusia empat tahun biasanya baru mencapai 50%, dan ketika anak berusia 8 tahun mencapai 80%. Pertumbuhan ini berjalan secara baik bila proses aktivasi berjalan dengan optimal. 

Berangkat dari potensi otak itu, selama ini pendidikan kita hanya menekankan calistung; membaca, menulis, berhitung. Maknanya itu belum bisa mengembangkan potensi otak manusia yang besar itu, minimal menuju 70%. Menurut para pakar konsep calistung yang selama ini diterapkan hanya mampu mengembangkan otak manusia di bawah 10%. 

Lebih luas lagi, semua peradaban manusia ini gagal memanfaatkan potensi otak yang telah diberikan Allah Swt, karena manusia tidak bisa mengembangkan otaknya secara maksimal. Jika anda ingin mengokohkan tonggak Negara Indoneisa ini, maka anda harus membangun peradaban manusia dengan pendidikan bermutu menuju untuk 100 tahun ke depan dengan peradaban baru. Yang lebih mengembangkan manusia dan, apakah kita berani? Wa Allahu A`lamu bi Assowabi

Tag;
Indonesia menuju peradaban baru, Indonesia baru, hebatnya otak manusia, peradaban yang gagal


Baca Juga artikel terbaru saya:
1. Keuntungan bisnis online clik here
2. 4 pilar solusi pendidikan click here
3. Keindahan Sastra Al-Qur'an click here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar